Bagaimana Menghadapi Anak Yang Suka Pilih-pilih Makanan

 

Anak suka pilih-pilih makanan?

Pertama, jangan buru-buru melabeli anak sebagai “picky eater”. Karena julukan picky eater hanya diberikan pada anak yang benar-benar menolak makanan baru yang disajikan di depannya.

 Beberapa poin penting yang kudapat dari cara mengenali anak picky eater, tanda-tandanya adalah :
  • Sangat pemilih terhadap makanan yang akan dimakan.
  • Biasa disebut “food neorophobia”
  • Sangat sulit mencoba atau makan makanan baru.
  • Sering menolak ‘makanan baru’
Problem dalam pemberian makan anak sendiri ada dua yang pertama nafsu makan berkurang (sakit, sibuk main, atau lagi diet- untuk remaja), yang kedua makan berlebihan (kurang aktifitas, tergantung lingkungan dan kondisi psikis).
Bagaimana menangani anak yang sulit/pilih2 makan (sumber Mayo Clinic, 2015) :
  1. 1. Perhatikan dan hargai nafsu makan pada anak.
  2. 2. Biasakan rutinitas makan (jadwal, jenis, jumlah).
  3. 3. Bersabar menghadapi anak yang mencoba makanan baru.
  4. 4. Buat susasana makan menyenangkan.
  5. 5. Libatkan anak membantu mempersiapkan makanannya.
  6. 6. Beri contoh yang baik (perilaku bukan hanya bicara)
  7. 7. Jadilah orang tua yang kreatif.
  8. 8. Minimalisir gangguan makan (mis. TV)
  9. 9. Tidak memberikan makanan manis sebagai hadiah.
  10. 10. Siapkan makanan alternatif.

Kita juga perlu mengembangkan good eating behaviour (kebiasaan makan yang baik) antara lain :  perlu mencontohkan saat waktu makan (jadi jangan nasehat2 saja, ya), stay positif, jangan panik, kreatif, berikan limitasi dalam pilihan (misal : kamu mau nasi sama ayam atau nasi sama telur?), beri makan bervariasi, makanan anak disamakan dengan makanan ortu.

Gampangnya, bagaimana menyuruh anak makan sayur kalau di depan mata orang tuanya sendiri hanya makan bistik hehe…children see, children do.

Jadi moms harus show off, ya kalau sedang mengunyah wortel dan sayur mayur!

Dan jangan keliatan lagi diet (nggak doyan makan), deh, kalau di depan anak.

Menyuruh anak untuk doyan makan kalau ortunya pada GTM (gerakan tutup mulut), ya, susah juga, dong…XD

Sebelum memberi makan, kita tidak boleh lupa bahwa tekstur dan konsistensi makan harus sesuai umur anak. Berikanlah makanan dalam porsi kecil dengan frekuensi sering. Bila anak makan terlalu lama, kasih jeda untuk istirahat.

Waktu makan harus sesuai jadwal! Sajikanlah makanan dalam bentuk dan warna menarik. Untuk usia 1-3 tahun berikan dengan suasana bermain, sementara diatas 3 tahun jadwal makan bisa lebih teratur.

Dalam perencanaan makan anak, berdasarkan Preschool Nutrition 2015, kita perlu :

-Menyiapkan selingan sehat yang cepat dan mudah disiapkan
-Sediakan air putih dimanapun, kapanpun (biasakan minum sebelum tidur).
-Perhatikan higenis dan sanitasi persiapan makanan sehat.
-Jangan lupa, siapkan makanan favorit dan makanan baru (sebagai alternatif), tapi tidak disarankan makanan yang rendah lemak.

Yang terpenting : no permen, no eskrim sebagai hadiah!

Ingat nafsu makan anak selalu berubah-ubah, lho.
Konon, anak yang sedari kecil sudah diperkenalkan ke berbagai jenis makanan, ketika besar tidak mengalami problem “pilih2 makanan”.  Dan eksplorasi makanan baru terjadi pada 3 tahun pertama pertumbuhan. Dimana dia mulai mencontoh dan meniru tingkah laku orang dewasa, disinilah masa pendidikan gizi dan makanan dimulai. Karena asupan gizi juga mempengaruhi pertumbuhan masa pubertas.
Mengenai asupan gizi yang mempengaruhi pertumbuhan, kita tahu bahwa sering ditemui kasus pubertas dini (misal : 9 tahun sudah mens). Pada pubertas dini anak akan mengalami banyak kerugian, seperti kematangan tulang yang sudah seperti anak usia 14 tahun, dan kematangan hormon. Pertumbuhan tinggi badanpun akan berhenti. Jadi kejadian ini perlu kita waspadai.

Sekarang trik, bagaimana membuat makan menjadi menarik, alias kreatif dalam menghidangkan makan-makanan serta variasinya.

Misalnya,  membuat makanan menjadi berbentuk karakter lucu-lucu alias kyaraben.

Yang dilakukan adalah menggunakan improvisasi menghias makanan, misal dengan menggunakan alat-alat seperti : spaghetti sebagai tusuk penghubung makanan, cetakan kecil lucu2, puncher nori, atau bila tidak punya, bisa diakali dengan menggunakan plastik cling wrap (untuk membentuk nasi) dan sedotan (untuk membentuk). Sangat menarik.

Asal jangan terlalu cantik karena nanti anak atau kita jadi merasa sayang memakannya hahaha..
Kesimpulan, dalam urusan makanan untuk anak, kita ternyata tidak hanya memperhatikan dalaman, tampilan luar juga perlu BANGET diusahakan. Jadi mom itu kudu bin wajib kreatif *usap keringat*

—-
Jadi, moms, apakah memiliki masalah dengan kebiasaan makan anak selama ini?

Sumber : Seminar How to Deal with Picky Eater,  Lora Sri Nofi GradDipHumNutr., MNutrDiet.RD., DP Zahrial
Image : wikipedia.com, freeimages.com

Iklan

4 thoughts on “Bagaimana Menghadapi Anak Yang Suka Pilih-pilih Makanan

  1. Ophi Ziadah berkata:

    Nasi deh yang anak2ku susah banget makannya. Lauk dan sayur asal sesuai selera mrk msh mau. Cuma kok pd susah bgt makan nasi. Dulu suka stress krn krucils ogah2an sm nasi.. skrg sdh lbh tenang…asal asupan gizi lain cukup ga panik. Karbo bukan cm dr nasi..untungnya anak2 suka kentang.
    Tampilan mmg membantu menggugah selera tp sy ga jago niih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s