Bagaimana Nasib Wanita di Dunia Tanpa Smartphone?

Ini bukan untuk GA dan Lomba Berhadiah dari perusahaan Smartphone. Tapi betulan berandai-andai! Suer!

Bagaimana nasib wanita bila  tidak ada smartphone/cellphone?

Pasti banyak sekali hal-hal positif yang didapat dari cepatnya arus informasi. Terutama bagi mereka yang ada ditempat terpencil.

Kebutuhan wanita yang paling besar adalah SOSIALISASI. Perasaan kesepian, sendirian, bosan sangat menyiksa bagi seorang wanita. Apalagi bila dia dalam posisi jenuh dengan rutinitas dan stress. Dengan adanya harta karun teknologi cantik bernama smartphone semua bisa dinetralisir.

Tapi…

Mungkinkah nasib wanita di dunia tanpa smartphone membuatnya…..

  •  ..lebih banyak jalan-jalan keluar, demi kebutuhan bersosialisasi?
  • …tidak mengalami masakan yang gosong atau anak yang lupa diangkat dari kamar mandi karena asyik chatting?
  • …lebih fokus pada kejadian yang ada di depan mata ketimbang ada yang ada di depan layar?
  • ….saat berjalan bersama pasangan di restoran masih saling memelototi satu sama lain?
  • ….tidak kena histeria mendadak ketika smartphone dibanting balita?
  • ….tidak gelisah resah terus menerus,  dikit-dikit ngecek-ngecek HP?
  • …lebih mendengar apa yang dikatakan orang di hadapan?
  • ….lebih responsif dan cepat bertindak terhadap kebutuhan anak?
  •  …isi sendiri, yaks. kali-kali ada pengalaman lain…

Adiksi smartphone disebut NOMOPHOBIA. Beberapa ciri ada pada poin diatas. Tebak..

Menurut Brandon McDaniel, dari The Pennsylvania State University, dan Sarah Coyne, dari Brigman Young Uniersity, setelah dilakukan survey atas 143 wanita, 62% wanita mengakui bahwa sebagian besar membiarkan smartphone mengurangi perhatian mereka terhadap pasangan. Pada tingkat yang parah bahkan merusak hubungan.

Polling dari SecurEnvoy, angkanya lebih tinggi lagi, 70% wanita mengalami kegelisahan pasca berpisah dengan hp.

Tidak ada yang meragukan bahwa masa membesarkan anak adalah masa menyenangkan namun juga cukup berat, terutama dalam menghadapi rutinitas.  Jadi ketika terisolasi dengan anak bawaannya, ah…cek HP ah, ada messages gak ya…nonton youtube dulu ah….ketika bayi atau anak sedang menatap mata. Kelelahan fisik dan mental, mungkin rasa sepi, menggoda untuk sejenak “beristirahat”.

Dr. Jenny Radesky, dokter anak spesialisasi tumbuh kembang,  telah melakukan survey atas 55 grup orang tua yang tengah makan bersama anak di restoran.

Ternyata mmengecek serta scroll smartphone/cellphone adalah sebagian besar dari aktivitas mereka.

Sebuah kesalahan besar, menurut Radesky, bila kebanyakan bersmart-phone ria, karena

  • Anak kecil belajar meniru ekspresi dan belajar memulai percakapan.
  • Anak yang jadi super “caper”
  • Anak bisa memiliki image buruk tentang pentingnya eksistensi mereka,
  • Orang tua gampang merasa terdikstraksi oleh anak, suka merespon keras.

Penjelasan untuk yang terakhir begini. Ketika menjawab teks atau message, bagian dari otak kita ada  dalam posisi “sedang mengerjakan sesuatu”, tetapi mendadak seperti dikasih deadline, oleh suatu urgensi, sehingga terjadi “tekanan dalam mengerjakan sesuatu” pada otak yang tentunya melepaskan hormon-hormon tertentu.

Kalau membaca itu semua aku sering mereview kembali berapa banyak waktu yang kuhabiskan mengecek smartphone walaupun itu untuk grup-grup yang katanya bermanfaat.

Uh..oh…ternyata banyak juga, ya *usap keringet*

PR setiap bulan, aku menggalakkan “device-free-time”. Bukan cuma smartphone tapi semua device.

Step-stepnya seharusnya sebagai berikut :

  • Matikan fungsi notifikasi.
  • Jangan tidur bareng HP!! Mau disamping tempat tidur, kek, atau dibawah bantal…
  • Matikan HP SATU JAM sebelum tidur
  • Dalam satu hari ada masa tidak pegang HP.
  • No HP saat nyetir.
  • No HP saat mandi.

Terutama saat berhadap-hadapan dengan manusia.

Bila tidak ada pasangan atau anak lagi asyik main sendiri? Merdeka, kuakan  melompat menyambar smartphone seperti saat rebutan barang obralan!!

Kecuali…..mungkin kalau masih ingin mengamati anak-anak lebih lama lagi, yah… sedikit larut dalam momen.

Apakah penggunaan smartphone sudah dirasakan memonopoli hidup anda?

source : psychologytoday.com, npr.org,  dailymail.co.uk, workingmother.com, huffingtonpost.com
Image : http://www.1africa.tv, huffingtonpost.com, eric gross for freeimages.com

Iklan

9 thoughts on “Bagaimana Nasib Wanita di Dunia Tanpa Smartphone?

  1. Inna Riana berkata:

    hehe…kalo aku masih nyantai. soalnya bikin peraturan boleh pegang hp pas hari kerja n jam kerja aja. sisanya buat full time bareng keluarga. etapi sesekali suka ngintip notif. ngintip doang. ga komen :p

    Suka

  2. Yati Rachmat berkata:

    Hehe. sweeer juga, muatiii gaya kalee smartfren. Sedangkan tanpa hape jadul aja bunda rasanya gi manaa..gitu. Mandi aja si jadul hp pasti dibawa n ditarok diatas closet deket tombol flash, hehe…

    Suka

  3. Nathalia DP berkata:

    alhamdulillah sih masih memanfaatkan smartphone dgn semestinya, ga berlebihan…
    ngeri deh klo ngebayangin kehidupan saya sekarang tanpa smartphone… ga bisa nyontek resep, ga bisa nyontek diy mainan anak, ga bisa senam diinstrukturin youtube, dll 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s