Berburu Taman (Where have they all gone?)

parkwp

Aku senang bawa anak ke taman, karena sering dinasehatin sampai terhujan-hujan soal uamaat pentingnya milestone anak #OK, dok…oke..!

Anak-anak yang masih batita, perlu banyak main untuk ngelatih motorik dan belajar bersosialisasi.

Cara paling asik dan murmer bagi mamah irit aku, ya…nyari taman.

Kenapa taman?

Karena alam sudah kasih paket lengkap buat anak-anak, yang bisa menyaingi program-program fisik di arena bermain artifisial ; ada tanjakan naik dan turun, sentuhan dengan tekstur tanah, rumput, pohon, kayu…bahkan air menggenang.

Diatas semua…interaksi dengan sesama manusia-manusia kecil lain.

Jadi wush…wush….melejitlah aku hunting taman…Percis induk macan berburu kijang. Bedanya kijangnya nggak lari.

Mustinya gampang, ya?Gimanapun ga berpengalamannya si induk macan ini.

Kalau dulu, dasar mamahmud, gambaran cantiknya saat main ditaman itu kayak di negeri-negeri Barat :
Mereka Semua Pergi Kemana?

Ditengah hamparan bunga musim semi, dengan sesama mamahmud, bergandengan dengan stoller serupa,ngobrol dari barat sampai utara. Sementara penumpang stollernya juga ngobrol dengan sesama penumpang….

Smangaaaat!!

Etapi….etapi…

KASUS SATU

Ke taman A.

Eaaa…isinya orang-orang tua lagi jogging, tante-tante senam, om-om push up dengan satu jari.

Komentar tante-tante senam,

“Oh anak saya yang sebesar ini kalau jam segini sekolah mba. Ini usia dua tahun kan?”

DZIENGGGGGG….

Where have all the kids gone?
Sudah diambil sekolah2an #lesu

OK KALO BEGITU KITA COBA PAS WEEKEND!

KASUS DUA

Taman B.

Lumayan ada banyak anak kecil.

NG..Terlalu banyak malah, tumpah ruah kayak cendol. Plus…Sampah dimana-mana

Anakku menolak mau gerak, was-was.

Ea…ini taman naaak bukan pasar kaget. *puk*puk*

Tetep nggak bergerak.

OK DEH..

Ah. Kita balik lagi sore…mungkin suasananya beda.

Nah sorenya…

Baru melangkah mau masuk…Kok auranya sensual amat ya…*ngelirik*

Tamannya sudah ganti dekor jadi tempat yang ehm…*kipas2*. Panas.

Pasangan berjejer di bangku dari ABG sampai Mas Mba. Kiri, rapat-rapatan.
Kanan, tatap-tatapan, dan..oii itu mas2 kepalanya ada dimana? ?

GLKK!*Ngacir sambil nutupin mata bocah*

Where have all the kids gone?

Er..lebih baik JANGAN ada, sih, kalau pemandangannya gini *lap keringet*

KASUS TIGA

Akhirnya…nemu taman asik. Penuh manusia kecil2 dan besar.. tapi tidak tumpah ruah.
Cihuy.Mainlah kita, nak!

Anak pun main sama teman-teman kecil yang ramai.

Aku cuma nungguin dari jauh sambil mata scanning the whole area nyari target mamahmud yang bisa diajak ngegosip artis sekongkolan.

Tengok kiri-tengok kanan. Eng….Kiri-kanan semuanya mbak-mbak…99% …tidak..100%!!

1a67c-cast

KROK KROK KROK….

Film musim semi bersama mamah2mud rontok, settingan berganti jadi film Cast Away (itu tuh, cerita orang kebingungan terdampar di pulau tidak berpenghuni).

Diantara banjir percakapan tentang Paijo dan Paimin di kampung, serta kelakuan ganjil para majikan, aku sibuk coaching bocah buat maen (yang sebenarnya ga perlu banget, emang ada gitu bocil didunia yang butuh di coach untuk maen??)

Karena, percayalah…suasananya awkward abiez.

Puncak ke-awkward-an yang dialamin, suatu hari berpas-pasan dengan salah satu mbak di jalan, yang nyapa dengan PD-nya…

“Haii. Mba baru ya???”

c8969-explo

BLAR!BLAR!PSSSssssssttt….

Sang Cast Away tenggelam sudah, dengan suara gemuruh, ke dalam lautan, lengkap bersama pulaunya T_T

Where have all the mothers gone? #gigittiangperosotan

KASUS EMPAT

Taman lain.

Disini kalau engga emba-emba, biasanya yang suka jadi pengawal adalah kakek-kakek.

Tetap aja bukan liga arisanku kan, ya. But the feeling is mutual. Para kakek biasanya lebih awkward lagi kalau ketemu mamahmud. Ambil jarak, gitu #buru-burungumpet.

Pernah sekali kejadian, ada bapak-bapak. Perhatian banget sama anaknya. Didorong-dorong untuk gaul, suruh salamanlah dengan anak kecil lain, deesbe.

Memang beda kalo anak sendiri. Manggut-manggut. Terharu.

Kalau kakek-kakek dan nenek-nenek, yang ada suka kasian sama mereka sendiri. Tertatih-tatih kejar2 cucu dalam gerakan slow motion seperti di film India.  Jadi, saat ngeliat ada orang tua lain, walau bapak-bapak…yaa…ada perasaan senasib dan kesamaan sedikiiiiitlah.

Mulai ngeliat ada secercah pelangi cahaya pada dunia parenting di taman.

WUIWUIWUI!

Tiba-tiba alarm pemadam kebakaran di benak berbunyi. Hidung ini mengendus… Eaa.. bau apa iniiii.

Scanning kilat sekitar anak-anak yang masih berlari-lari.

Ternyata di belakangku…. diantara peralatan anak2 dan anaknya sendiri…….b1b19-14212189_10209392252897604_586964546274805110_n

SI BAPAK NGEROKOK SODARA-SODARA.

GYA….dan bubarlah sudah perasaan senasib diantara kitah….#larigendongbocil

Where have all the mothers gone ? #gigittianglistrik

————————

Kadang bertanya pada rumput yang bergoyang..ini hanya aku saja, atau seluruh kota ini memang sudah begini sejak lama, ya…

Dan perjuangan mencari taman firdaus ber-ibu dan beranak masih berlanjut….

Pernah ngalamin hal sama?

Kira-kira mereka semua pergi kemana, ya….?
——
Note : Semua hanya perenungan acak disuatu masa….mungkin suatu saat akan beda lagi eranya ketika membaca hal ini. Semoga.

*smilies images : chinesefontdesign.com, alfonso romero for free images.com, commons.wikimedia.com, cast away

Iklan

8 thoughts on “Berburu Taman (Where have they all gone?)

  1. Lusi berkata:

    Taman & keluarga. Itu sudah hilang sejak lama. Ceritanya lucu banget yg dikira orang baru itu. Tapi keseluruhannya miris. Memang sudah hilang atau menghilang semua.

    Suka

  2. dWi berkata:

    Wkwkwk,kwk “Hai mba, slam kenal ya..saua jg baru keknua nongol di sini.” hihihihi…

    Taman semacam di luar itu kek impian semata ya, etapi di Surabaya banyak taman loh mba 🙂

    Suka

  3. mayang koto berkata:

    salam kenal mbak ^^
    basa kisahnya, waduh susah banget ya mbak cari taman. berhubung saya belum berkeluarga jadi belum ngalamin sih. tapi di padang sini kayaknya di taman imam bonjol lumayan ramah deh, soalnya memang taman keluarga. hari minggu banyak keluarga yang piknik di sana

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s