Random Ngomongin Wor Perempuan

Lama nggak nulis disini. Apa kabar blog *kibas-kibas debu*. Alasan klise, sibuk di dunia nyata. Apa kabar semua?

Belakangan ini aku sering tidak sengaja mengikuti kejadian receh di media sosial. Juga terlibat hal sama di dunia nyata.

Ada yang bikin geleng-geleng dan senyum-senyum. Ambil yang bisa jadi pelajaran saja.

Tulisan ini random saja,lho. Subyektif dari kaca mata emak-emak yang masih suka takjub lihat dinamika medsos. Nggak kebayang anak-anak yang baca *hedew*

Yang kadang sering berseliweran belakangan bagian wor-wor atau statemen kontroversial.

Contoh kemarin, wor tentang beda ibu-ibu di LN dan di Indonesia kalau ketemuan. Yang satu biasanya bawa diri doang yang satu lagi bawa rombongan plus anak.

Lebih seru baca komentarnya! Karena di komennya sendiri terjadi wor baru! Wuih. Tentang pendapat itu sendiri menurutku suka-suka, ya ybs. mau berpendapat apapun tentang ibu-ibu Indonesia. Itu kan berdasarkan pengalamannya. Mungkin saja dia pernah punya pengalaman tidak menyenangkan dan merasa kurang puas. Bisa jadi trauma sampai bikin kapok. Mau orang berpendapat apa itu tidak mengubah apapun.

Karena pengalamanku asyik-asyik aja ya ketemuan dengan ibu-ibu yang single, belum punya anak, atau yang mau bawa anak atau nggak. Aku juga pernah ngalamin tinggal sekian tahun di LN.

Tapi memang kalau ketemuan dengan teman-teman dan harus bawa buntut, baiknya kasih tahu dulu, biar teman-teman yang hanya bawa diri siap mental atau nggak mati gaya. Kali-kali ingin ketemuan ada hal mendesak mau curhat. Lha iyalah mati gaya bok. Mau curhat atau cekakak cekikik tentang old time atau yang 17 plus plus malah jadi nggak bebas karena ada yang dibawah umur atau tiba-tiba ada yang ngompol.

Soal topik pembicaraan juga dimaklumi semua orang punya interest sendiri-sendiri di masa yang berbeda dalam hidup mereka. Bila ada yang minatnya lain sendiri kuncinya supaya diterima oleh sesama, harus bisa fleksibel dan hindari sedikit-sedikit merasa terkucilkan.

Di luar circle itu cari saja yang sepemikiran. Kalau nggak ada…cari aja di internet. Nggak ada yang nggak ada di dunia maya. Hanya perlu menemukan tempat bicara dengan yang sepemikiran.

Tapi jangan sambil ngomel-ngomel di medsos kali ya..bisa diomelin balik warga net yang merasa kesenggol. Kan gak semua orang ngerti masalahnya.

Ibu-ibu yang hobi ngobrolin anak… hidupnya itu hanya seputar anak? Karena lagi masanya aja begitu. Aku anggap seru kok ketemu orang yang bicara soal anak-anak. Juga yang bisa bicara politik sampai hal rumit. Kuncinya tinggal didengerin saja.

Bukan berarti yang ngurusin anak itu otaknya nggak dipakai untuk hal lain. Kecuali kerjanya tidur terus dan semua di alih tugaskan hihihi.

Belum tentu juga yang jago politik serta ngadepin anak buah bisa canggih saat berhadapan dengan cara bernegosiasi yang melibatkan anak usia 3 tahun dengan kakaknya. Misal, soal siapa yang harusnya duduk di bangku paling depan. Dan hal-hal yang harus dihadapi tiap hari dalam dunia parenting. Sesuatu yang rutin dan bagi yang nggak siap bisa sampai depresi *sering nemu kasus*.

Ngadepin anak itu aslinya seperti ngadepin diri sendiri lho. Dan tidak semua orang bisa melakukannya, menghadapi diri sendiri. Apalagi sampai dengan bebas hambatan. Kalau ngadepin orang lain, jauh lebih mudah.

Intinya, bagian otak yang di latih berbeda di setiap manusia dewasa, terutama yang sudah punya tanggungan. Jadi saling menghargai saja. Peace dan dunia akan baik-baik saja toh hihihi.

Kemudian selain wor di dunia maya ada lagi wor klasik kaum wanita. Jadi ceritanya sering terima curhat serta ngalamin sendiri kasus ada kenalan/tetangga/saudara yang hobinya “buang muka” jika ketemu seseorang tertentu. Sialnya (atau beruntungnya) bila orang itu kita.

Ngadepinnya gimana? Ternyata woles aja, jeg (dikata Gojeg apa). Ga usah baper. Sayang energi.

Aku dapat ilham bagus dari sebuah acara. Jadi kalau ada orang buang muka setiap lihat kita nggak usah merasa diserang, gelisah, atau apa. Juga nggak usah repot2 nanya situ kenapa buang muka? Tar kalau ternyata dia tengok sana sini cuma buat ngilangin pegel leher aja kan malu. Bila seseorang membuang mukanya ya biarin aja. Kan mukanya sendiri gitu lho.

“Muka kok dibuang-buang? Orang yang suka membuang muka, suatu saat dia terpaksa cari muka.”AHG.

Epic banget nggak itu quote. Tapi memang bener juga, sih. Aku pernah ngalamin lihat kasus orang yang kerjanya ngerendahin banget orang lain yang menurutnya tidak sekelasnya, eh ketika tahu itu orang lain itu ternyata dari kelas tinggi ya langsung deh orang itu di ramah-ramahin setengah mati. Kok mirip sinetron,ya.

Jadi moga-moga kita semua bisa ambil hikmahnya ya jangan mudah menggeneralisir atau menganggap rendah orang lain. Semua orang pasti punya pengalaman dan bakat sendiri-sendiri, kok. Ambil yang baik buang yang jelek. Semangat perbaiki diri sendiri saja teroooos….ngurus diri sendiri aja belum tentu sudah bener. Buat apa pusingin orang lain. Ya kan ya?

Ngalamin belibetnya never ending wor diantara perempuan? Bagaimana posisimu, di garis depan atau di garis belakang?

Gambar ; mom.war, wikihow.com

Iklan

6 respons untuk ‘Random Ngomongin Wor Perempuan

    • Seaマ berkata:

      Kehidupan yang damai ya…tapi jaman sekarang untung ada nternet jadi bisa berinteraksi juga di dunia maya…haha iya tau istilah wor juga dari twitter..

      Suka

  1. denaldd berkata:

    Mencoba untuk tidak terjebak dalam segala macam jenis war. Mencoba fokus dengan dunia sendiri. Tidak mau berlagak pintar atau sok menggurui. Tidak mau memberi nasihat kalau ga diminta. Ga mau kebanyakan komentar. Sudah sangat puas dan bahagia dengan kehidupan dalam dunia nyata jadi buat apa menjebakkan diri dalam war. Bikin waktu berlalu tanpa guna. Tapi yang war disebutkan pertama, aku memberi tanggapan. Hanya ingin tahu seperti apa reaksinya. Jadi aku bisa mengambil sikap seperti apa terhadap si pemberi umpan.

    Disukai oleh 1 orang

    • Seaマ berkata:

      Iya nggak apa-apa juga. Sekali-kali menanggapi menurutku ya perlu supaya ada penyeimbang dari kaca mata orang dewasa lain. Karena yang baca banyak ada yg muda2 juga. Selama kita tujuannya bukan ngipas2in ya krn suka nonton wor😆

      Suka

  2. esthy wika berkata:

    Manggut2 aja baca ini semua. Wor di medsos itu refleksi dunia nyata kok mbak. Aku sih cari aman aja, males rame. Cocok, ayo lanjut ngobrol. Berbeda, yasud, (semestinya) mari saling menghargai.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s