Drama Ganti Baju di Kolam Renang

“Malu, ma. Malu.” protes seorang anak, badannya sudah cukup besar. Mungkin sekitar 7-8 tahun.

Dia adalah satu dari dua orang anak perempuan yang oleh ibunya ditelanjangi di shower luar kolam renang (biasanya ada untuk transisi saja saat akan nyemplung ke kolam renang).

“Ngapain malu. Seusia kamu dulu mama nggak malu!” omel ibunya sambil terus menyabuni dua anaknya di shower tersebut.

Ayahnya, duduk di tempat duduk pinggir kolam renang, menganggap itu adegan sangat biasa. Walau berapa pasang mata menatap risi ke tubuh anak-anak perempuannya dan sekian telinga sempat mendengar secarik sejarah masa kecil istrinya (why should I hear this).

Anak perempuan saja?

Di waktu lain, kumelihat aktor dan aktris ciliknya berganti. Dua anak laki-laki usia sama dibantu oleh seorang baby sitter yang tampak berpeluh, harus mandi di shower luar tanpa baju. Di bawah pandangan berbagai mata manusia besar dan kecil, kecuali ayahnya yang berpakaian lengkap tapi sibuk dengan gadget.

Dan kita masih bertanya-tanya kenapa makin berkembang kasus pedophilia serta foto-foto anak telanjang di dunia maya, anak usia balita terekspos pornografi di dunia nyata, dan anak-anak yang tetap merasa nyaman dengan kondisi ketelanjangan serta memamerkannya…

Drama seringkali juga ada di kamar ganti betulan. Bukan hal aneh bila ada ibu-ibu yang membawa anaknya yang laki-laki berusia dari kecil hingga 9 tahu ke kamar ganti perempuan. Tidak peduli bagaimana sebal dan risinya wanita dewasa lain disana.

Kalau para pemakai kamar ganti itu sial, harus berhadapan dengan anak laki-laki nakal yang suka sekali permainan intip mengintip dari bawah. Mau menegur pun enggan karena induknya seringkali lebih galak ketimbang korbannya.

Aku ingat pernah membaca kasus di sebuah kolam renang, seorang remaja laki dilecehkan oleh seorang oknum diduga gay. Ayahnya tidak terima, melapor ke satpam dan menyebarkan identitas si culprit ke medsos.

Kasus itu sudah cukup membuat para orang tua yang memiliki anak laki-laki ketar ketir. Sehingga apapun yang terjadi, usia berapapun pokoknya anak harus ikut ganti baju di ruang ganti wanita dengan ibunya!

Dan masih juga kita bertanya-tanya kenapa banyak anak laki-laki yang cepat dewasa sebelum waktunya, merasa lebih nyaman dengan kondisi berbau kewanitaan, atau berkelakuan agak-agak melambai….

Berenang di negeri ini, bagi orang tua tertentu sering berhadapan dengann kondisi-kondisi yang rada ajaib seperti di atas. Aku pun salah satunya. Kadang juga cuma bisa geleng-geleng bila ada kejadian. Karena terlalu banyak yang semakin semrawut.

Aku nggak bisa membayangkan bagaimana di luar sana dengan trend gender fluid. Yang kubaca terakhir, sebuah sekolah sampai ditutup karena ada kasus saat seorang anak transgender laki-laki memakai kamar mandi perempuan sebab takut di bully di kamar mandi laki-laki. Bahkan ada politisi yang mengusulkan wacana agar kamar mandi umum boleh dimasuki laki dan perempuan!

Darimana sebetulnya kekacauan ini berasal? Mari tanyakan pada rumput yang bergoyang….hahaha tralalala#malasbahas

Anak balita tidak apa masih ditemani tapi masa sampai 6 tahun keatas masih dimandiin dan sabunin sama ortu atau mbak?

Aku pilih bahas solusinya saja, bagaimana cara survive dari hutan rimba kolam renang.

1. Berenang di kolam renang khusus perempuan (bagi perempuan dan anak perempuan)

Kalau ini, sih, jelas perempuan asli yang boleh masuk (kecuali mau ditendang pantatnya keluar). Banyak yang mencibir solusi ini karena dianggap gimanaaaa gitu. Tapi bagi orang yang sudah melihat sendiri gimana chaosnya kondisi kamar ganti di kolam renang sepertiku, ini solusi logis ya. Biarin aja yang pada ribut…yang mau nyaman berenang kan kita…

Sayangnya, jumlah kolam renang khusus seperti ini terbatas dan ini baru solusi buat anak perempuan.

2. Anak ditemani orang tua masing-masing gender

Ini yang perlu disadarkan kebanyakan adalah para Bapak. Karena yang sering aku lihat para anak serba tanggung yang sering jadi slonong boy di kamar ganti perempuan cuma datang bersama rombongan perempuan. Atau ya seperti kasus diatas, bapaknya ada tapi emoh mandiin anak di kamar mandi pria. Mungkin dianggap mandiin anak tugas perempuan kali, ya…

Kalau suaminya tipe gini, emak seorang anak laki-laki sebetulnya nggak perlu maksa masukin anaknya ke kamar ganti perempuan. Cukup…..

3. Nungguin sambil pasang muka galak di dekat kamar mandi tempat anak kita ganti baju

Tentunya dalam jarak aman, ya daripada disangka orang mesum mau ngintipin lawan jenis. Yang penting orang-orang yang masuk tahu aja ada induk galak yang siap mencakar bila anaknya diapa-apain

Ini juga berlaku bila bapaknya doang yang nemenin anak perempuan.

4. Hubungi otoritas kolam renang bila ada kejadian tidak pantas agar ditegur

Ini lebih manjur daripada negur langsung. Karena di negara ini biasanya galakan yang salah daripada yang dirugikan.

5. Ajarkan anak untuk mandi sendiri, membela diri, dan menjaga pandangan

Sebetulnya chaos di kolam renang juga kawah candradimuka bagi anak agar belajar.  Terutama yang usianya sudah mencukupi. Sebelum berenang di kolam renang umum, jauh hari anak perlu di training agar bisa mandi sendiri, membela diri bila ada orang yang menyentuh, serta menjaga pandangan.

Untuk yang terakhir ini,  salah satunya bila ada ketelanjangan, mereka segera menyingkir atau membuang muka. Karena tubuh itu sangat pribadi.

Bagi yang anaknya masih terlalu kecil, cukup ditemani dan ditutup matanya dengan tangan kita ketika melewati anak kecil bugil seperti cerita diatas. Itu juga akan membebaskan kita dari pertanyaan-pertanyaan kelewat dini, lho.

Miris, tapi itu semua terjadi karena minimnya kepedulian serta kesadaran kita akan pentingnya etika, sekaligus mencerminkan rawannya dunia. Terutama bagi anak-anak..

Apakah kamu pernah mengalami hal diatas? Bagaimana pendapatmu?

Iklan

3 respons untuk ‘Drama Ganti Baju di Kolam Renang

  1. ndu.t.yke berkata:

    Anakku blm pernah kuajak berenang (keduanya laki2). Tp td di rumah sodara, yg besar kuhalang2i waktu mau nerobos masuk ke kamar mandi. Krn sepupunya yg sama2 masih balita, lg mandi di dalam. Aku bilang: “Eh kakaknya masih mandi, blm pake baju. Jangan dilihat, malu lhoo!”

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s