Dua Perempuan itu Bertanya di Sebuah Food Court

download

Seorang perempuan bertanya kepada kawannya. Mereka sedang makan siang di sebuah food court.

* Gue ini sukses nggak sih?”

Ia seorang ibu di rumah. Anaknya tiga dan ada yang masih sangat kecil Kesehariannya lebih dipenuhi skedul anak-anak. Kalau ada waktu me time pun dipakai buat melepas penat. Atau bertemu kawan seperti ini

Temannya, seorang pekerja menatap heran. Dan dengan hati-hati…

“Sukses dalam hal apa dulu, nih?”

Si perempuan bercerita tentang teman mereka A yang membuka cabang usaha bisnis di daerah. Atau dengan bekas teman kuliah, B, yang sudah jadi Kepala Seksi.

“Si A sukses bisnisnya. Tapi lo ingat dia bercerai dengan suami dan anaknya harus diterapi.”

“Dalam.hal bisnis dia sukses. Kalau dalam hal membina keluarga gue lihat elo sukses.”

” Dan si B Kepala Seksi. Cuma lo tau sendiri kan hampir tiap hari dia selalu keluar kota. Terakhir ketika dia sakit dan harus di rumah saja langsung stress berat karena nggak biasa nggak ngapa-ngapain. Kalau pensiun bagaimana?

“Buat gue lo hebat bisa benar-benar fokus ke anak, dan kuat mental hadapin semua dalam keterbatasan, gue nggak bisa seperti lo.” Temannya menggelengkan kepala. Mengingat rencana pengajuan surat resign nya yang maju mundur. Juga wajah anak laki-lakinya semata wayang yang berbinar-binar saat ia pulang.

“Eh. Biasa aja. Kayaknya banyak yang kayak gue deh.” Si perempuan menepis.

Si teman menghela nafas.

“Memang definisi sukses buat lo apa sih?”

“Ah?Punya keluarga yang sakinah, selalu sehat, anak bahagia.”

“Trus kalau lo jadi A atau B kira-kira bisa tercapai nggak tujuan sukses lo?”

Perempuan itu diam. Dia nggak bisa membayangkan. Karena membagi waktu untuk memperhatikan perkembangan tiga anak saja dia sudah pusing. Mungkin orang lain bisa, dia tidak. Kecuali semua di outsource kan. Sementara dia tidak menyukai itu karena ingin lebih dekat dengan anak-anak.

“See? Definisi sukses tiap orang beda.Begitu pula keahlian yang lo pilih untuk latih. A dan B mungkin punya definisi sukses sendiri dan kebahagiaan mereka ya saat mereka di posisi itu. Saat ada di posisi si A dan B yakin lo bakal bahagia?”

Perempuan itu menggeleng.

“Makasih ya udah mencerahkan.” Setelah ngobrol sebentar, si perempuan pamit pulang.

download (1)

Sang teman tetap tidak beranjak dari food court. Dia ada janji berikutnya di tempat itu, dengan teman yang lain. Mereka akan membahas persoalan yang melibatkan kedua kantor tempat mereka bekerja.

Tidak lama si teman lain datang. B.

Cipika cipiki dulu. Tawa meledak.

Mereka ternyata adalah sahabat lama. Kedua ibu mereka dahulu juga bekerja di kantor yang sama. Sejak kecil mereka biasa bermain bareng, sambil menunggu kedua orang tua mereka pulang dari kantor. Menghadirkan sebuah gambaran semenjak dini akan sebuah masa depan.

Bagaimana mereka telah terbiasa dan hanya mengenal cara hidup seperti ini. Sesuatu yang sudah menjadi tradisi.Betapa asing dunia yang ada di luar itu semua. Serta kadang membuat cemas.

Sambil memesan makan, mereka membahas soal pekerjaan, tapi tidak lama. Kemudian mereka saling curhat. Dari hal besar, sampai ke hal yang bikin mules perut, yaitu soal pasangan dan percintaan.

inmage

Ketika saat jeda sejenak B, seorang jomblo, menatap nanar ke langit-langit food court, menghela nafas sambil menggumam halus,

“Gue ini sukses nggak, sih?”

===

Perdana bikin cerpen untuk merayakan 2 tahun anniversary blog ini.

Bagaimana menurutmu?

Gambar : libreshot.com

Iklan

2 respons untuk ‘Dua Perempuan itu Bertanya di Sebuah Food Court

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s