Keluarga Besar dan Parenting

keluarga

Pos pertama pasca lebaran. Mohon maaf lahir batin semuanya. Bagaimana rasanya setelah berkumpul dengan keluarga besar dan handai taulan? Semoga menyenangkan, ya.

Sekarang mari kita membahas tentang keluarga besar.

Well, dari kecil beberapa dari kita yang beruntung akan merasakan berada dalam sebuah keluarga besar.

Apa Itu Keluarga Besar?

Apa bedanya keluarga besar dengan keluarga kecil…bahkan dengan sahabat-sahabat?

Yang namanya keluarga besar itu frekwensi ketemunya tidak selalu setiap hari. Biasanya dari garis keturunan nenek atau kakek. Dan karakteristik sebuah keluarga besar akan ditentukan dari siapa yang paling dominan (berpengaruh) di keluarga tersebut. Umumnya :

  1. Berdasarkan usia, siapa yang paling (di)tua(kan)
  2. Berdasarkan kedudukan- misal siapa yang (dianggap) paling sukses

Kemudian yang namanya keluarga besar orang-orangnya lebih bervariasi. Jadi tidak semua anggota tersebut kelakuannya akan menyenangkan hati kita. Tentunya kita netizen sudah kenyang dengan panjangnya curhat di medsos tentang kesiapan mental menghadapi pertanyaan “kapan” ini-dan-itu dari keluarga besar.

dad.jpg

Beda asuhan keluarga beda reaksi dalam melihat sesuatu Gambar : film Daddy’s Home

But…we’re family. We have to love and deal with them, whether we like it or not…

Apakah aku terdengar seperti boss mafia dari Italia yang bijak? Wahahaha…

Keluarga Besar dan Pengaruhnya

Kamu yang masih single biasanya hanya merasakan pengaruh dari 2 keluarga besar, dari pihak ibu dan ayah. Dari kecil kamu akan terbiasa dengan kelakuan mereka. Si A si priyayi, si B si rame centil, si C si intelek, dsb.

Saat kamu sudah menikah, bersiap-siap saja semua berubah menjadi 4 keluarga besar!

Kamu akan mulai berasimilasi dan beradaptasi dengan mereka. Dan bagi mereka yang cukup jomplang perbedaan karakter keluarga besarnya (misal nikah beda daerah, beda suku, beda bangsa) akan bisa merasakan banyak hal menarik.

Mungkin sama seperti orang yang lama tinggal di kampung. Begitu keluar daerah atau bahkan negara, ia mendapatkan banyak perbandingan. Sehingga bisa menilai dengan lebih obyektift tentang kampungnya sendiri. Oh, ternyata sebaiknya seperti itu, oh itu kan ternyata kurang bagus, ya.

Ada yang mendadak baru sadar, betapa dominannya para perempuan di keluarga besarnya, bagaimana patriarkinya, bagaimana luas pemikiran, betapa demokratis, dan….

…bagaimana sebetulnya semua orang, lepas dari berapapun usianya, memiliki tema masa kecil yang belum terselesaikan…

Disini mari kita bicara sambil membawa parenting sedikit…

Kunci : carilah tokoh berpengaruh di keluarga besarmu (alpha male/female), kemudian hubungkan dengan adat istiadat setempat yang mempengaruhi keluargamu.

Sebuah kasus…

The Alpha Male

lion-1246678_960_720.jpg

Alkisah, ada seorang paling berpengaruh dalam keluarga besar karena kesuksesannya. Patokan sukses di keluarga tersebut adalah tokoh itu.

Sang tokoh senang membagikan cerita kesuksesannya dalam berbagai bentuk gambar maupun ucapan.

Dan karena ia berpengaruh, maka semua kiblat akan teralih padanya, baik dalam berperilaku maupun berkomunikasi.  Bisa dibilang, dorongan untuk tampak keren serta “eksis” lah yang paling kuat dalam keluarga besar itu.  Jadi tiada hari tanpa memamerkan prestasi yang diraih.

Bila menarik ke belakang sejarah tokoh berpengaruh itu, sebetulnya menarik. Dia lahir sebagai laki-laki deretan tertua dalam keluarga yang sangat banyak. Karena banyaknya, mungkin hanya sedikit perhatian yang diberikan orang tua kepadanya. Apalagi semakin ke bawah semakin banyak adik laki-laki (=saingan).

Yang terjadi kemudian adalah dalam keluarga tersebut terjadi kondisi kurang sehat yang tidak tampak, perebutan perhatian melalui prestasi. Siapa yang paling berhasil akan mendapat perhatian lebih.

Tidak mengherankan bila hingga usia senja prestasi dan persaingan adalah cara dalam berkomunikasi dalam keluarganya. Yang pengaruhnya diturunkan juga ke keluarga besar. Aku bisa membayangkan bagaimana  tersiksanya seseorang yang demikian bila mengalami post power syndrome atau tiba-tiba muncul “matahari” lain. Karena hukumnya, sukses harus abadi (atau kamu akan kehilangan spotlight) dan tidak boleh ada matahari kembar dalam keluarganya.

giphy (2).gif

Jadi yang bisa diendus sebagai karakter tak terlihat di keluarga besar tersebut adalah “persaingan”.  Semoga gambaran ini bisa memperjelas bagaimana pentingnya pengaruh alpha male/female ini.

Adat Istiadat

Masih tentang kasus keluarga besar diatas. Adat istiadat berperan besar. Karena keluarga besar tersebut adalah berasal dari kalangan”priyayi”, dengan banyak cara-cara yang seharusnya dijalankan, bisa dipastikan harga diri menjadi sangat tinggi dan penting.

giphy.gif

Because we are the royals…

Kesimpulan dari kasus diatas

Jadi tema terpenting dari keluarga tersebut adalah : persaingan dan harga diri. Apabila ada anggota keluarga yang bicara di luar konteks diatas  bisa dianggap aneh.

Kalau dahulu kita saat masa kecil merasa betapa hebatnya orang dewasa, saat sudah dewasa baru kita mulai bisa melihat kenyataan sebenarnya bahwa semua orang punya sisi baik dan buruk, bahkan shadow, bayangan masa lalu yang mempengaruhi perilakunya. Apalagi bila pergaulan kita sudah makin luas.

Makanya sangat tragis sebetulnya bila sampai ada salah satu anggota keluarga yang perasaannya merasa ter-bully karena sering diremehkan oleh suatu sebab yang tidak kuasa dia kontrol seperti status, kondisi ekonomi, kedudukan, gender, suku, agama, dsb. saat berada di sebuah keluarga besar.

Tragis karena apa? Ya…karena para tokoh keluarga besar dan anggota-anggota mereka sendiri sebetulnya juga tidak sempurna, justru terkadang malah membawa-bawa tema masa kecilnya (atau keluarganya sekarang) dalam lingkup yang lebih luas.

Akhirnya efek negatif yang terjadi yaitu saling membandingkan saling usil atau saling menilai. Dan celakalah mereka yang sejak kecil “berpatokan” kesuksesan pada imej seseorang di sebuah keluarga besar, akhirnya akan selalu hidup dalam bayang-bayang.

Menghadapi Keluarga Besar

Bila kita banyak kurang sreg dengan karakter sebuah keluarga besar bagaimana menyikapinya?

Paling enak jadi follower saja atau tim hore. Hahaha.

Manusiakan mereka, lalu dibawa lucu saja. Jangan serius-serius amat!

Pokoknya selalu diremehkan saja efek-efek yang membawa aura negatif. Nikmati yang positif.

Kalau susah, anggap saja  mereka seperti anak-anak kecil yang perlu kita maklumi perilakunya.

giphy (3).gif

Tarik nafas…buang….

Hindari sampai dibawa sampai ke hati, bahkan sampai menyeret pola parenting kita mengikuti apa yang sudah terprogram di keluarga besar tersebut, artinya kita sudah “terseret” masuk ke dalam sebuah tema  yang tidak terselesaikan dari beberapa orang. Tema yang niscaya kita tidak akan pernah bisa memecahkannya. Dan bukan kuasa kita juga untuk melakukan itu.

Dan yang terpenting…we’re family. We have to love and deal with them, whether we like it or not…Right? Wkwkwk…

======

Bagaimana denganmu? Apakah punya pengalaman mengesankan dengan keluarga besar?

Gambar : pixabay.com, giphy.com

Iklan

5 respons untuk ‘Keluarga Besar dan Parenting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s